“Allah tuh gak akan ngambil seseorang tanpa menggantinya dengan yang lebih baik..” - Regina Septiana
True story.
peluk marrossssssss ({}) :*
“Allah tuh gak akan ngambil seseorang tanpa menggantinya dengan yang lebih baik..” - Regina Septiana
True story.
peluk marrossssssss ({}) :*
“We may lose something good but we might also gain something better.” -my little sister-
My shattered dreams and broken
Heart are mending on the shelf.
I saw you holding hands standing so close to someone else.
Now I sit all alone, wishing all my feeling was gone.
I’d give my best to you
Nothing for me to do
But have one last cry.
One last cry
Before I leave it all behind
I’ve gotta put you out of my mind,this time
Stop living a lie.
I guess I’m down to one last cry.
Cry
I was here,you were there.
Guess we never could agree.
While the sun shines on you,
I need some love to rain on me.
Still, I sit all alone,
Wishing all my feelings were gone.
Gotta get over you.
Nothing for me to do
But have one last cry.
I know I gotta be strong,
But ‘round me
Life goes on and on and on, and on
I’m gonna dry my eyes
Right after I have my one last cry
Paku Paku Pagar
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu, untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah…
Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah… Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar tersebut.
Akhirnya, tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya, dan tidak cepat kehilangan kesabarannya…. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah….
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu pun, akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Kemudian, sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi… lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya… “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan… Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini… dihati orang lain”….
Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu kembali… Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada… DAN luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik